Apakah Glaukoma?
Glaukoma adalah suatu penyakit mata yang secara perlahan – lahan merusak pengelihatan tanpa gejala yang jelas. Sehingga penyakit ini sering disebut dengan “Si Pencuri Pengelihatan”. Para ahli memperkirakan setengan dari penderita glaucoma tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini. Menurut WHO, glaucoma merupakan penyebab kebutaan nomor 2 di dunia.
Apakah Penyebab Glaukoma?
Mata jika secara sangat sederhana diumpamakan sebgai ban, memerlukan tekanan dari dalam untuk dapat menjaga bentuk dan fungsinya. Terjadinya dlaukoma disebabkan oleh meningkatnya tejanan didalam bola mata yang akan merusak saraf – saraf optic. Saraf optic ini berfungsi sebagai kabel yang membawa signal gambar dari mata ke otak. Sejalan dengan rusaknya saraf – saraf optic, luas pandangan mata akan semakin menyempitkan. Secara umum glaucoma dikatergorikan menjadi dua kelimpik, yaitu :
- Glaukoma Cronis : terjadi secara perlahan – lahan, hamper tanpa gejala secara perlahan merusak luas pandang mata. Glaucoma Cronis lebih banyak terjadi dibandingkan Glaukoma Acute.
- Glaukoma Acute : terjadi secara tiba – tiba, penderita mengalami kesakitan dan kerusakan luas pandang mata.
Seberapa seringkah Glaukoma terjadi?
Menurut data di Inggris 2 dari 100 orang diatas usia 40 tahun menderita glaucoma dan 3 juta orang di Amerika menderita glaucoma.
Siapakah yang lebih berisiko menderita Glaukoma?
Umur : Tidak umu terjadi di usia di bawah 40 tahun, 1% pada usia di atas 40 tahun, dan pada usia di atas 65 tahun 5%.
Ras : Pada ras tertentu lebih berisiko menderita glaucoma lebog awal dan leboh parah, terdapat pada orang Afrika.Keluarga : Jikia keluarga dekat anada menderita Glaukoma Cronis, maka anda mempunyai resiko lebih besar mebderita glaucoma.Rabun jauh : Orang yang mempunyai ukuran kacamata minus tinggi, lebih resiko terkenan glaucoma.Diabetes : Diperkirakan merupak salah satu pemicu terjadinya glaucoma.
Apakah gejala – gejala Glaukoma Cronis?
Awalnya tidak ada gejala yang dapat dirasakan. Pengelihatan dirasakan normal dan tidak ada rasa sakit. Tetapi dengan berkembangnya penyakit, penderita glaucoma mulai merasakan pengelihatan tepinya mulai perlahan – lahan berkurang. Jika tidak ditangani dengan benar, pengelihatan akan semakin menyempit seakan – akan seperti melihat dalam lorong (Tunnel Vision) dan akan terus memburuk sampai kebutaan terjadi.
Bagaimana Glaucoma dapat terdeteksi lebih awal?
Data stastistik meninjukkan bahwa glaucoma lebih sering terjadi pada usia di atas 40 tahun, maka jika usia anda sudah di atas 40 tahun sebiknya pemeriksaan rutin sangatlah dianjurkan. Standar pemeriksaan rutin glaucoma meliputi 3 bagian :
- Mengukur tekan bola mata
- mengukur luas pandang mata
- melihat saraf optic di belakang mata
hasil dan ketiga pemeriksaan rutin tersebut akan dapat mendeteksi glaucoma lebih awal.
Bagaimana cara pengobatan Glaukoma?
Pengobatan utama glaucoma bertujuan untuk merendahkan tekanan bola mata. Biasanya dengan memberikan obat tetes mata atau tablet yang bertujuan untuk mengurangi produksi cairan di dalam bola mata atau dengan membuka saluran pembuangan cairan sehingga dapat keluar lebih banyak. Jika pengobatan tidak membantu, maka umunya dokter mata akan menganjurkan untuk dilaser atau operasi (Trabeculectomy) yang bertujuan memperbesar saluran pembuanagn cairan di dalam bola mata.
Apakah Glaukoma dapat disembuhkan?
Glaukoma tidak dapat disenbuhkan, hanya dapat dicegah. Artinya, kerusakan luas pandang mata yang telah terjadi tidak akan dikembalikan seperti semula, tapi hanya dapat dicegah agar tidak meluas kerusakannya. Meskipun tidak dapat disembuhkan, detekdi di glaucoma yang efektif dengan observesi regular dan pengobatan yang efektif, akam meminimalkan kerusakn sehingga tidak akan menggangu kualitas hidup Anda.Primary Eye Care/inOpatisgroup